PANTAI BANDENGAN

Sejarah Pantai Bandengan Pantai Bandengan atau yang sering disebut juga Pantai Tirta Samudra ini memiliki asal usul cerita dibalik namanya tersebut. Menurut cerita masyarakat, konon ketika seorang pemuda yang masih memiliki kekerabatan dengan Sunan Muria yang bernama Amir Hasan sedang mengembara untuk mengembangkan ilmu agama islamnya. Beliau pada saat itu sedang dalam perjalanannya menuju Kepulauan Karimunjawa yang terkenal dengan keindahannya.

Ditengah perjalanannya itu, ia memutuskan untuk singgah di sebuah desa yang sekarang dikenal dengan nama Desa "nyamplungan". Nama Nyamplungan sendiri didapat dari panggilan lain Amir Hasan, yaitu Sunan Nyamplungan. Konon katanya disebut "nyamplungan" karena pada saat itu ia membawa biji nyamplungan yang hendak ia tanam di Kepulauan Karimunjawa nantinya.

Sunan Nyamplungan, yang pada saat itu ditenami dua pengawalnya, mengamati hamparan pantai luas dengan pasir putih dan airnya yang jernih yang ada di desa tersebut. Ketika sedang menikmati pemandangan pantai nan indah tersebut, ia melihat indahnya karang-karang dan ikan-ikan berenang terlihat jelas dari atas permukaan lautnya. Ia melihat banyaknya ikan bandeng yang berenang kesana kemari, sehingga ia memutuskan untuk memberi nama pantai tersebut dengan nama Pantai Bandengan.

Setelah selesai bersinggah di Pantai Bandengan, Amir Hasan dan para pengawalnya pun melanjutkan perjalanan mereka ke Kepulauan Karimunjawa untuk melanjutkan studi ilmu Islamnya.


Poin Poin Yang Ada Di Sejarah Bandengan
l.(Sunan Nyamplungan): Nama "Bandengan" berasal dari kisah putra Sunan Muria, Amir Hasan, yang diperintahkan menyebarkan Islam ke Karimunjawa. Saat melintasi pantai ini, beliau melihat banyak ikan bandeng, sehingga menyebutnya Pantai Bandengan.

2.Sejarah Nama Klein Scheveningen: Pada masa lalu, R.A. Kartini sering mengunjungi pantai ini bersama adik-adiknya dan Ny. Ovink Soer. Karena keindahannya mirip dengan pantai di Belanda, Ny. Ovink Soer menyebutnya Klein Scheveningen.

3.Nama Pantai Tirta Samudra: Sebelum tahun 1987, pantai ini sempat dikenal dengan nama Pantai Tirta Samudra dan dikelola oleh masyarakat setempat.

4.
Pengelolaan:
 Sejak tahun 1987, pengelolaan pantai diambil alih oleh Pemerintah Kabupaten Jepara dan kembali populer dengan nama Pantai Bandengan.

5.Wisata:
 Kini, Pantai Bandengan terkenal dengan pasir putih dan air jernihnya, serta menjadi salah satu destinasi wisata bahari utama di Jawa Tengah.
 

Kebudayaan yang masih dilestarikan di dekat Pantai Bandengan, Jepara, berpusat pada tradisi pesisir dan seni lokal, terutama pesta lomban (sedekah laut 1 minggu setelah Idul Fitri) dan festival budaya seperti teatrikal ratu kalinyamat,sepak bola api
, serta pesta lampion. Selain itu, kuliner khas seperti horog-horog dan kerajinan ukir Jepara juga aktif dilestarikan. 

Penginapan Terdekat
*Pantai Indah Hotel
*Bandengan Beach Hotel
*love In Hotel
dan masih banyak lainnya, yang harganya overdebel dan fasilitas terbaik,
disana juga terdapat penyewaan perahu yang menuju ke kampung perahu diPulau Jepara.

*Harga tiket masuk Pantai Bandengan Jepara bervariasi, umumnya sekitar Rp5.000 - Rp10.000 untuk anak-anak dan Rp10.000 - Rp15.000 untuk dewasa di hari biasa, dan bisa lebih mahal saat libur nasional. Harga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pengelola, tapi tarifnya termasuk terjangkau untuk menikmati pantai berpasir putih, berenang, dan mencoba wahana air seperti banana boat.

Komentar